Senin, 02 Maret 2015

ALASAN TURUNNYA HUJAN


masih ingatkah teman-teman semua tentang puisi atau syair ketika kita masih di sekolah dasar dulu yang mengingatkan tentang hujan bukanlah sesuatu yang dijadikan alasan untuk malas ke sekolah atau ke bekerja, namun hujan adalah rahmat dari tuhan yang maha kuasa. tentunya semua yang pernah disekolah dasar pastinya ini sering banget disebutin sama anak-anak sekolah ketika ada hujan. karena memang sebenarnya "walau hujan aku tetap pergi sekolah" adalah kata yang dapat  membangkitkan dari selimut ketika hujan pagi lagi deras-derasnya. eeeuuuhh.... padahal molor pas hujan-hujan enak banget, biasanya aku sih ngarep libur. karena di kampungku belum ada angkot atau ojek dan untuk kesekolah pilihan satu-satunya adalah dengan jalan kaki. sepeda sangat jarang dipakai karena semua teman-teman berjalan kaki. karena merasa tersindir dengan "walau hujan" aku gak pernah absen disekolah meskipun hujan deras langsung ambil payung dan pakai sendal jepit ke sekolah yang jaraknya satu kilometer. untungnya pas nyampe disekolah bu guru belum datang. jadi sempat deh main-main air sama teman-teman. seringnya main perahu kertas yang ngabisin buku sampe diomelin emak. kalo teman-teman pas hujan ada yang rindu pacar, aku malah rindu sama masa kecil. sayang banget enggak ikut-ikutan mancing ikan di genangan air hujan gak pernah dapet ikannya malah dapet berudu. 


yang aku tahu ketika kecil hujan itu adalah air yang turun dari langit. teman-teman bilang pas hujan itu ada malaikat diatas langit yang sedang pipis. jadi hujan itu waktu aku kecil adalah air kencing malaikat. aku sih percaya aja karena saking polos dan oons-nya.  ketika di smp ada pelajaran geografi , baru deh memang tahu beneran hujan itu asalnya dari mana karena belajar"siklus terjadinya hujan". nah berdasarkan apa yang aku pelajari plus searching di ooms gugellll ini nih fakta mengenai hujan. 





Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.



Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.



Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.



Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.



Hujan buatan adalah hujan yang dibuat oleh campur tangan manusia dengan membuat hujan dari bibit-bibit awan yang memiliki kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin rendah yaitu sekitar di bawah 20 knot, serta syarat lainnya. Ujan buatan dibuat dengan menaburkan banyak garam khusus yang halus dan dicampur bibit / seeding ke awan agar mempercepat terbentuknya awan jenuh. Untuk menyemai / membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan garam sebanyak 3 ton yang disemai ke awan potensial selama 30 hari. Hujan buatan saja bisa gagal dibuat atau jatuh di tempat yang salah serta memakan biaya yang besar dalam pembuatannya.


hujan  buatan umumnya diciptakan dengan tujuan untuk membantu daerah yang sangat kering akibat sudah lama tidak turun hujan sehingga dapat mengganggu kehidupan di darat mulai dari sawah kering, gagal panen, sumur kering, sungai / danau kering, tanah retak-retak, kesulitan air bersih, hewan dan tumbuhan pada mati dan lain sebagainya. Dengan adanya hujan buatan diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air makhluk hidup di bawahnya dan membuat masyarakat hidup bahagia dan sejahtera.


Hujan yang berlebih pada suatu lokasi dapat menimbulkan bencana pada kehidupan di bawahnya. Banjir dan tanah longsor adalah salah satu akibat dari hujan yang berlebihan. Perubahan iklim di bumi akhir-akhir ini juga mendukung persebaran hujan yang tidak merata sehingga menimbulkan berbagai masalah di bumi. Untuk itu kita sudah semestinya membantu menormalkan iklim yang berubah akibat ulah manusia agar anak cucu kita kelak tidak menderita dan terbunuh akibat kesalahan yang kita lakukan saat ini.


nah itu dia sekilas tentang hujan. tetap semangat ya kalo hujan pagi-pagi kamu gak bisa kesekolah, kuliah atau kerja !!!!! yang penting disyukuri aja. saudara kita ditempat lain masih banyak yang kekurangan air. tuhan cukup baik kepada kita memberikan air yang cukup melalui hujan. 

sumber : https://r3fin3.wordpress.com/2010/11/05/penyebab-terjadinya-hujan/